Geotextile Non Woven

Geotextile Non woven

images (5)

Pengertian

Jenis geosynthetic berikutnya adalah geotextile non woven dapat diproduksi baik dari serat stapel pendek atau benang filamen terus menerus. Serat dapat terikat bersama-sama menggunakan termal, kimia atau mekanis teknik atau kombinasi teknik. Geotextile non woven memiliki sangat sedikit pengaruh pada sifat-sifat geosynthetic non woven. geotextile non woven diproduksi melalui proses mekanik atau saling kimia atau ikatan termal serat / filamen. Termal terikat non woven mengandung berbagai keterbukaan ukuran serta ketebalan khas sekitar 0.5-1 mm sedangkan kimia terikat geotextile non woven adalah relatif tebal biasanya di urutan 3 mm. disisi lain mekanis terikat geotextile non woven memiliki ketebalan yang khas dalam kisaran 2-5 mm, juga cenderung relatif berat karena besar jumlah polimer filamen harus menyediakan jumlah yang memadai terjerat kabel silang filamen untuk ikatan yang memadai.

Fungsi

Geotextile Non Woven berfungsi sebagai :

1. Filter / Penyaring

Sebagai filter, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah terbawanya partikel-partikel tanah pada aliran air. Karena sifat Geotextile Non Woven adalah permeable (tembus air) maka air dapat melewati Geotextile tetapi partikel tanah tertahan. Aplikasi sebagai filter biasanya digunakan pada proyek-proyek subdrain (drainase bawah tanah).

 

2. Separator / Pemisah

Sebagai separator atau pemisah, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah tercampurnya lapisan material yang satu dengan material yang lainnya.

Contoh penggunaan Geotextile sebagai separator adalah pada proyek pembangunan jalan di atas tanah dasar lunak (misalnya berlumpur). Pada proyek ini, Geotextile mencegah naiknya lumpur ke sistem perkerasan, sehingga tidak terjadi pumping effect yang akan mudah merusak perkerasan jalan. Selain itu keberadaan Geotextile juga mempermudah proses pemadatan sistem perkerasan.

3. Stabilization / Stabilisator

Fungsi Geotextile ini sering disebut juga sebagai Reinforcement / Perkuatan. Misalnya dipakai pada proyek-proyek timbunan tanah, perkuatan lereng dll. Fungsi ini sebenarnya masih menjadi perdebatan dikalangan ahli geoteknik, sebab Geotextile bekerja menggunakan metode membrane effect yang hanya mengandalkan tensile strength (kuat tarik) sehingga kemungkinan terjadinya penurunan setempat pada timbunan, masih besar, karena kurangnya kekakuan bahan. Apalagi sifat Geotextile yang mudah mulur terutama jika terkena air (terjadi reaksi hidrolisis) menjadikannya rawan sebagai bahan perkuatan lereng.

4. Lain-lain

Fungsi Geotextile yang lain adalah sebagai pengganti karung goni pada proses curing beton untuk mencegah terjadinya retak-retak pada proses pengeringan beton baru.