HARGA JUAL GEOTEXTILE NON WOVEN PER M2

Rekayasa Jalan Terowongan

 

Untuk mengatasi permasalahan transportasi dikawasan perkotaan ataupun geography tanah tertentu dibutuhkan untuk membangun terowonga. Konstruksi seperti ini membutuhkan biaya yang besar sehingga penerapannya sangat tergantung terhadap anggaran yang dimiliki pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan transportasi, seperti yang dibangun pada Jalan layang Pasopati di Bandung[1], Jalan layang non tol di Jakarta antara Kampung Melayu-Tanah Abang di ruas Jalan Dr Satrio, Casablanca, Kuningan dan Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M [2]. Untuk membiayai pembangunan infrastruktur seperti ini dapat juga dilakukan dengan pendekatan Kemitraan Pemerintah dengan Swasta seperti Jalan Tol Cawang-Tanjung Priok, Jalan Tol kedua yang menuju Bandara Sukarno Hatta

Terowongan

Terowongan yang dibangun dibawah kawasan perkotaan yang padat sehingga dapat menghindari wilayah perkotaan yang ramai, dapat juga dibangun dibawah dasar sungai ataupun selat. Terowongan juga digunakan untuk membuat jalan pintas dikawasan pegunungan sehingga dapat mengurangi panjang jalan.

Konstruksi terowongan

Terowongan dibangun dengan menggali melalui berbagai jenis dan lapisan tanah dan bebatuan atau karang, metode konstruksi yang dipergunakan tergantung dari jenis dan keadaan tanah yang dilalui.

Metode galian terbuka

Pada gambar dibawah ini ditunjukkan metoda galian terbuka dibangun dalam beberapa tahapan. Dampak pengrusakan lingkungan lebih rendah pada cara kedua bila dibandingkan dengan cara pertama, namun biaya konstruksi cara kedua lebih mahal. Cara peenerapan yang dipilih tergantung kepada beberapa faktor diantaranya lokasi pembangunan, bila dibangun dikawasan perkotaan lebih disarankan untuk menggunakan cara yang kedua, sebab gangguan terhadap kegiatan di permukaan tidak terganggu terlalu lama.

 

Geotextile Non Woven

Fungsi Geotextile Non Woven berfungsi sebagai :
  • Pemisah: Sebagai separator atau pemisah, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah tercampurnya lapisan material yang satu dengan material yang lainnya.
  • Stabilisator: Fungsi Geotextile ini sering disebut juga sebagai Reinforcement/Perkuatan. Misalnya dipakai pada proyek-proyek timbunan tanah, perkuatan lereng rawan longsor, dan lain-lain.
  • Penyaring: Sebagai filter, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah terbawanya partikel-partikel tanah pada aliran air, dll.

 

Produk Jual Geotextile Non Woven Dengan Spesifikasi Sebagai Berikut :
Geotextile Non-Woven* :
  1. GT-150-Gr (150 gram) Size 4 x 100 meter (total 400 M2).
  2. GT-200-Gr (200 gram) Size 4 x 100 meter (total 400 M2).
  3. GT-250-Gr (250 gram) Size 4 x 100 meter (total 400 M2).
  4. GT-300-Gr (300 gram) Size 4 x 100 meter (total 400 M2).
  5. GT-350-Gr (350 gram) Size 4 x 100 meter (total 400 M2).
  6. GT-400-Gr (400 gram) Size 4 x 100 meter (total 400 M2).
  7. GT-450-Gr (450 gram) Size 4 x 100 meter (total 400 M2).
  8. GT-500-Gr (500 gram) Size 4 x 100 meter (total 400 M2).
  9. GT-600-Gr (600 gram) Size 4 x 100 meter (total 400 M2).
Geotextile Woven* :
  1. GT-150-Gr (150 gram) Size 4 x 200 meter (total 800 M2).
  2. GT-200-Gr (200 gram) Size 4 x 150 meter (total 600 M2).
  3. GT-250-Gr (250 gram) Size 4 x 150 meter (total 600 M2).
Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s